semut juga harus tahu diri 

Sudah berbulan aku dikesalkan oleh mahluk2 hitam kecil yang kerjanya ‘ngegeng’ atau bergerombol.
semut, semut, semut!

Semut-semut itu pergerakannya cepat sekali, sudah berulang kali mereka menyerbu dan mengerubungi makanan2 kesukaanku yang baru beberapa menit ku tinggalkan, termasuk  5 kue wajik pacar-ku (ini yang membuat ia begitu dendam). Aku jadi ingat teriakan dan ekspresinya waktu pertama kali melihat wajik2 nya diserbu semut-semut, teriakan dan ekspresinya seperti pasukan sparta “HUHAA!!”

Kamar kosku memang letaknya tak jauh dari pekarangan belakang, sehingga dengan mudahnya mereka mendobrak masuk lewat tanah-tanah kemudian semen-semen yang tidak rata makin memberikan peluang untuk mereka masuk dan berfoya-foya!

Malam tadi dendam ku sudah tak tertahan, tekadku sudah bulat! aku dan pacarku akan melakukan pembantaian besar2an di kamar mandi. semut-semut itu menyerang kamar mandiku. padahal kamar mandiku terbuat dari tembok bukan gula-gula.

Dimulai dengan semprotan massal dengan air hangat, pasir2 yang dibawa semut untuk membangun ‘rumah baru’ sudah berhasil ku giring. semut2 yang lalai berlari-larian tak tentu arah, ‘gengnya pecah’ hal yang paling dihindari oleh anak2 sma.

Setelah serangan air, kami rehat sejenak untuk membiarkan mereka menghimpun kekuatan. setengah jam kemudian kami kembali lagi dengan membawa sebotol cairan yang  mematikan serangga-serangga yang menghirupnya dan terkadang dijadikan pilihan oleh manusia untuk menuju alam baka layaknya di kota jakarta mau lebih cepat, naik BUSWAY saja. ‘BAYGON’!!!

Mungkin yang pertama kali menemukan merk yang tepat sangat mendalami kegunaan dan kualitas dari BAYGON ini. bye-gone di-Indonesiakan BAYGON, da-daah dan pergi.
Padahal kalo sudah pake BAYGON ga sempet dadah-dadahan lagi ya? namun apalah arti sebuah nama.

BAYGON disemprot membabi buta, semut-semut kali ini pasti jera!!!

Tapi tadi pagi aku tampak iba, ada satu ekor semut yang mengelilingi anggota-anggota gengnya yang telah tiada. Sambil duduk di closet saya merenung, “apakah perbuatan kami berlebihan? tapi semut-semut juga harus diberi pelajaran bukan?”