Tagged: Cewe RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • gadisayu18 4:06 pm pada September 18, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , bestfriend, Cewe, , funny, happy/sad, , , kudanil betina, , memories, silly, tania   

    intro buat si hippo (^^) 

    kudanil paling cantik sedunia =)

    her name is Tania Anissa Sadikin one of the bestest friend..and i do missed her so much, right about now. its been 3rd months since i graduated, it’s the last time i’ve met her..hey there HIPPO, can’t wait to tell them how funny and hilarious you are.. just wait there guys, i’ll write down and share our silly, sad, happy stories.. =)

     
  • gadisayu18 12:52 pm pada July 23, 2009 Permalink | Balas
    Tags: aku, Cewe, ibu, pipis, rumah sakit, sakit, suntik, tes darah   

    kadang yang ditunggu tunggu datang terlambat, yang tidak ditunggu datang terlalu cepat. 

    Sama sekali bukan tentang cinta, bukan pula berhubungan dengan maut, jodoh, rejeki dan lain sebagainya.
    Itentang saya, yang mau di test urine perihal penyakit perut yang diduga ada hubungannya dengan thypus maupun penyakit aneh yang mungkin saja saya idap.

    Pertama dokter cuma bilang, “ya Gadis silahkan diperiksa dulu darahnya”. Tidak lama kemudian saya dipanggil ke ruang dokter itu lagi “gadis sekalian aja test urine ya”.

    “darn! padahal baru aja gwe pipis tadi dirumah” (kata saya dalam hati).

    Bener aja, sampai setengah jam saya bolak-balik, ke kamar mandi sambil bawa toples kerupuk hahaha engga deng! sambil bawa wadah kecil segede tempat obat. tetep aja si pipis itu ga nongol-nongol juga. sampai akhirnya ibu saya beli segalon air mineral dan mengharapkan saya menghabiskannya dengan satu tegukan, hahahahaha ini ibu apa tengku Fakhry siih?

    Jeng Jeng Jeng, akhirnya dengan usaha keras, saya berhasil!!!! meskipun mbak-mbak tukang periksa hasil labnya geleng-geleng manggut-manggut kaya boneka anjing yang djual di lampu merah.

    Saya heran, kenapa giliran saya ga butuh air seni diperiksa, dia dengan seenaknya menggelitik perut dan kalo keinginannya ga dikabulkan dia bisa seenaknya mendobrak keluar dan bikin saya kuyup kebasahan sekaligus maluuu udah gede ko ngompooolll? *saya susah banget nahan pipis apalagi kalo udah di depan rumah (pintu pager) dan orang rumah belom bukain pintu, entah kenapa pasti otomatis kaya pake remote, saya kebeleet pipis…

     
    • Eka Situmorang-Sir 10:48 am pada Agustus 5, 2009 Permalink | Balas

      Jadi… hasilnya gimana?
      sakit apa?

      btw ganti template ya?

      • gadisayu18 3:59 pm pada September 18, 2009 Permalink | Balas

        mba..hasilnya ternyata saya cuma kena maagh akut alias asam lambungnya tingi, thank u for asking..

    • kinitapui 4:39 pm pada April 1, 2010 Permalink | Balas

      hahaha..kereen ya, hahaha..
      kata2 lo itu dis, ceritanya jd lbh hidup..
      mgkn kl critanya diomongin bs jd ga seseru ini..

  • gadisayu18 8:33 am pada April 22, 2009 Permalink | Balas
    Tags: ABG, , Cewe, Fashion, kampus, Majalah, Model,   

    girl in the life magazine 

    kerap kali melihat wajah-wajah baru di majalah-majalah remaja, dengan postur tinggi semampai, timbangan tubuhnya mungkin sama denganĀ  dua karung beras lebih sedikit, wajah-wajah indo-bule (memang tak dipungkiri masyarakat indonesia memang lebih suka barang import ketimbang barang lokal)

    waktu itu saat saya dan teman-teman sibuk menunggu di rektorat kampus kami tercinta, salah seorang teman ternyata membeli sebuah majalah remaja yang sudah empat tahun digandrungi para ABG-ABG yang hampir matang. Terbukti jika saya pergi ke pusat perbelanjaan (belanja barang, belanja mata,belanja mulut hahahaha, disana mata saya belanja mengamati cara berandan para pengunjung termasuk ABG-ABG mayoritas, mulut saya pun tak mau kalah dengan komentar berujung decak kagum sampai komentar miring diikuti mata yang ikut nimbrung, terbelalak) pengunjung yang mayoritas ABG gayanya sragam dan tak salah lagi kiblatnya adalah majalah fashion remaja yang muncul sejak tahun 2005 tersebut (apabila ditranslate menggunakan bahasa indonesia nama majalah itu menjadi : MAJU PEREMPUAN!)

    Dahulu saya termasuk penikmat majalah tersebut, namun merasa umur tidak layak menyentuh apalagi menikmati bagian dalamnya (saya sadar saya tak sanggup mengikuti trend fashionnya) akhirnya saya sekarang sibuk cicip-mencicip berbagai majalah pre-mature , dan mencoba menyesuaikan majalah apa yang patut saya konsumsi.

    Kembali ke saat saya dan teman-teman sedang menunggu di rektorat kampus.

    Lelah menunggu dan menghitung waktu akhirnya saya meminjam majalah tersebut dan mencoba membalikkan waktu mundur (kembali menjadi saya saat menjadi penikmat majalah itu (dahulu)). Dimulai dengan ulasan tentang celebs dan pakaiannya sampai pada gadgetnya, ulasan most wanted item-must have item (or you can die by not having them), sampai pada ulasan liputan suatu acara workshop di Boston-USA yang diselenggarakan oleh HMNUN yang slah satu delegasinya adalah mahasiswi fakultas ilmu sosial di kampus saya, yang juga pemenang favorite dari ajang look model majalah tersebut.nylon magazinego girl versi barat

    Wajahnya banyak terpampang di beberapa lembar majalah ini dengan mengenakan gaun-gaun yang mungkin jatuhnya bakal tidak cocok jika digunakan oleh orang biasa (red: bukan model). Sesaat setelah saya membaca dan mengamati wajahnya di majalah, tiba-tiba gadis di majalah itu seperti merangkak keluar dari majalah dan berdiri tepat searah lurus pandangan mata saya.

    Gerak refleks saya muncul secepat kilat dengan memerintahkan siku saya untuk menyenggol syaraf kepekaan teman disamping saya yang turut membaca majalah tersebut. Akhirnya teman saya mendongak dan kemudian berulang kali melakukan gerakan pengulangan (mendongak dan melihat ke wajah gadis itu kemudian menatap kembali wajah yang terpampang di majalah, berkali-kali seperti itu) tampaknya teman saya tidak tahu, jika gadis itu ternyata berada di zona yang berdekatan dengan-nya alias satu kampus! (how could she didn’t know her? padahal dia termasuk pelanggan setia majalah ini dan mungkin jika majalah ini menerbitkan kartu member, teman disamping saya sekarang ini pasti sudah punya kartu anggotanya)

    “ah cantikan aslinya!pantesan aja gwe ga nyadar, lah wong di majalahnya aja ga mirip sob!” ujar teman saya berdalih. “oh ternyata dia pinter ya? gwe kira model-model begitu kaga ada otaknya” teman saya yang ternyata turut memperhatikan gelagat kami ikut menimpali. “iya emang pinter kali, IPKnya aja 3,sekian” teman saya yang baru berancang-ancang duduk tak mau kalah nimbrung. “dia kan calon wakil presiden mahasiswa kali! tapi yang malesin dia tuh kalo ga kenal sama orang dan ga deket ga bakal mau nyapa duluan”. “serius lo? maksudnya gimana?” saya jadi penasaran. “ya kalo baru dikenalin sekali trus ga pernah ngobrol atau berinteraksi bareng dia bakalan ga nganggep tu orang, dan mainnya milih-milih” temen saya yang memang terkenal ratu lebah alias mobilitasnya tinggi hingga ke pelosok fakultas ilmu komputer itu menjelaskan. “dia tuh sekarang-sekarang ini aja kali doyan senyam senyum ramah-tamah, padahal aslinya mah kaga’! yah ibaratnya doi lagi mau promosi diri buat jadi wapresma” rupanya teman saya yang lain ikut setuju dengan anggapan bahwa gadis cantik yang wajahnya terpampang di majalah ABG ini memang sedang asik berpura-pura ramah dalam rangka “kampanye”. Obrolan kami pun terhenti karena objek pembicaraan kami sedang menuju kesini.

    Benar saja, gadis berparas menawan itu berada di tengah-tengah kami sekarang. Saya pun bingung menerka-nerka, apa yang akan dilakukannya ya?. Ternyata dia hanya sekedar ingin mengobrol dengan teman saya yang diduduk tepat dihadapan saya, (teman saya si ratu lebah itu, ternyata teman SMA nya)

    Saat itu juga saya berfikir cepat dan mengambil kesimpulan. Untuk menjadi seseorang dalam dunia entertain seperti contonhya majalah (terutama majalah ABG) memang tidak mudah. Banyak persepsi yang muncul disana-sini, objek yang turut dinikmati sekian banyak mata harus serta merta menjaga sikapnya, menjaga citra dirinya. Kemudian saya berfikir lebih cepat lagi dari sebelumnya, hmmm model kaya dia aja yang istilahnya baru mekar dan belum begitu terkenal udah harus nerima banyak persepsi-persepsi dan judgement dari setiap pasang mata maupun mulut-mulut penikmat produk entertainment.

    Berat juga bagi sesorang yang hidup di tengah masyarakat kritis dan cenderung sinis seperti penikmat-penikmat dunia entertainment ini. she won all the intentions, the glamorous,the “WOOOWWW”, but all of that she have to pay, with her eyes and ears shut or she could drown on it.

    Beberapa hari setelahnya…di kelas

    “eh pemilu kampus tanggal berapa sih?” tanya seorang lelaki di bangku belakang saya kepada temannya. “26-27 april, lo pilih siapa presma ama wapresnya?” temannya bertanya balik. “si X dan si Y laaahh, pasangan cantik dan ganteng gitu.” “Lo tau kan kalo si Y itu model majalah ….. ?gileee kapan lagi punya wapresma cantik trus model pula!” ujar lelaki itu dengan suara yang makin keras dan saya yakin wanita yang duduk diujung sana dan lelaki di depan kiri saya pun pasti mendengarnya.

     
    • mas stein 8:57 am pada April 22, 2009 Permalink | Balas

      jadi siapa yang kemampuan inteleknya pas-pasan mbak? :lol:

      repot juga, kadang sudah terbentuk opini kalo keindahan fisik berbanding terbalik dengan kemampuan otaknya. hehe

      • gadisayu18 11:31 am pada April 22, 2009 Permalink | Balas

        memberikan persepsi dan opini itu hal yang manusiawi, baru berhubungan sama intelek itu kalo isi persepsinya dan opini yang diberikan cenderung menyudutkan,menghakimi hal-hal yang belum teruji kebenarannya. Semanya toh kembali ke diri sendiri, lebih baik yang buruk-buruk dibicarakan dalam hati saja..hehehe

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.