Tagged: bandung RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • gadisayu18 1:17 pm pada July 23, 2009 Permalink | Balas
    Tags: bandung, , me,   

    2 more days, and there’s two big things to comeee..i can’t wait..

     
    • mjindhar 7:56 pm pada Juli 23, 2009 Permalink | Balas

      all the bestest for it!
      lay out nya ikut” nih hahhahahah! tapi asik yeee, ga ribet.

    • mjindhar 8:16 pm pada Juli 23, 2009 Permalink | Balas

      test test. gw tadi coba “balas” post lo yg ini tapi kenapa ga keliatan ya? ap harus lewat approval dari lo dulu Dis?

  • gadisayu18 10:07 am pada May 20, 2009 Permalink | Balas
    Tags: bandung, dapur, , , masak,   

    don’t let your man step in to your kitchen 

    Tulisan ini bukan suatu pembenaran atau pembedaan gender, tulisan ini hanya berdasarkan hal yang saya alami hal yang jenaka untuk dibagi..

    Masak-memasak, banyak lelaki yang begitu mahir tapi tidak dengan lelaki yang satu ini, keahliannya hanya memasak mie goreng, dan telur dadar (telur dadar yang lain dari biasanya, telur dadar cinta haahaha). Lelaki ini ga pernah betah di dapur, awal-awal saya kenal dia saya berusaha secara persuasive untuk membuat dia suka alias betah di dapur dan tak hanya itu saya juga ingin dia bisa memasak satu jenis masakan saja, satuuu saja.

    Ternyata mengajar memasak ga sekedar seperti mengajar bernyanyi (memasak terbukti lebih sulit, meskipun keduanya memang harus pake hati. Tapi sudah sangat jelas dia lebih suka karaoke dari pada memasak walaupun hanya goreng tempe). Setidaknya usaha saya sedikit berhasil tadinya dia selalu memasak dengan api yang sangat besar, dan selalu bingung mengapa nugget, sosis dan kornet menu sahurnya selalu terasa matang diluar dan hambar didalamnya. (dia memasak hanya pada saat bulan puasa). Kini ia sudah bisa mennetukan kapan harus mengecilkan dan membesarkan api.

    Ketika kami berdua di dapur (dia selalu dengan senang hati ingin ikut membantu, tapi nyatanya saya lebih baik disuruh masak sambil jalan jongkok bolak-balik hahahaha) laki-laki ini begitu ingin mengocok telur dadar, membubuhi garam, dan menuangkannya ke dalam wajan. Tapi hasilnya tangannya yang kelu tak kuasa membalik telur dadar, disertai kebingungan yang berkepanjangan “kenapa semuanya ngumpul ditengah?” (itu karena dia tidak mengoyan wajannya secara merata jadi telur itu tidak memenuhi wajan melainkan ngumpul ditengah). “sini-sini aku bantu” ujar saya sambil gemas takut dadarnya gosong (itu 2 telur terakhir untuk minggu ini), “engga-engga aku bisa koo” padahal tampangnya masih bimbang dan dahinya mulai berkeringat. Akhirnya dengan pergulatan hebat (berlebihan mode: ON) saya berhasil mengambil alih dadar dan wajan, dadar pun TERSELAMATKAN!

    Menu kedua adalah dada ayam bumbu tepung. Dia ribut-ribut sambil mengacungkan jari agar saya memperbolehkannya melumuri dada ayam itu dengan kocokan telur dan tentu saja tepungnya, yang terjadi malah hidungnya yang sensitive bersin-bersin (tapi saya salut, lelaki ini tetap tegar dan menyelesaikan tugas tepung-menepungnya hingga rampung) tapi tunggu dulu, laki-laki ini mulai ngotot lagi bahwa ayamnya sudah matang dan siap diangkut.  Alhasil tepung dan ayam yang dikira sudah matang itu tidak kriuk-kriuk, tepungnya tidak mau kompromi dengan ayam, si tepung lepas-lepas dari si ayam (api kompor kurang besar)

    Beberapa kali saya memasak dan kemudian makan bersama, akhirnya laki-laki ini mundur perlahan dari dapur saya. Dia mulai merasa bukan disitu tempatnya, dan saya pun mulai sadar bahwa tidak perlu memaksakan laki-laki untuk suka dan betah di dapur. Karena memang ada laki-laki yang sama sekali tidak bisa memegang spatula dengan benar, menuangkan cukup minyak, membalikkan telor dadar, memotong bawang-bawang, dll.

    Sekarang saya begitu senang dan sangat senang dengan hanya melihat laki-laki saya ini makan dengan lahapnya dan menikmati betul masakan-masakan saya tanpa harus melibatkan dirinya di dapur, meskipun terkadang dia masih sering berdiri di sebelah saya hanya untuk memandangi dan memperhatikan apa yang saya lakukan dan kemudian berucap “semangat ya! makasih udah mau masakin aku” dan ucapan penutup setelah makan adalah “hmm kenyang, enak bebe” (sambil bersandar, menebar senyum dan lesung pipitnya)begini cara makannya

     
    • Eka Situmorang-Sir 12:12 am pada Mei 21, 2009 Permalink | Balas

      Allow.. Allow kemana aja nich, lama gak muncul.
      Btw soal dapur, memaaaang para pria itu cuma ngerecokin aza !
      ngotot mo belajar (dikiranya ini seperti ngurusin mobilnya) pdhl beda jauuuuh. Hahaha. when i cook, definitely i,ll do it solo. Kalo ada yg mo bantu, gue cuma bilang, “hei,hei, mau menginvasi kedaulatan negara ya”
      Heran tapi koq ada ya cowok2 yg bisa masak itu, rahasianya apa? Heeem. :D
      Anw welcome back, sering2 posting :)

      • gadisayu18 8:02 am pada Mei 22, 2009 Permalink | Balas

        hahaha bener sekali mbak, mereka kadang punya inisiatif (itu bagus) tapi sebaiknya simpan saja inisiatifnya ke bidang lain..hehehee thx mbak eka

    • mas stein 6:53 am pada Mei 22, 2009 Permalink | Balas

      istri saya lumayan bisa masak setelah merit, tapi berhubung sekarang suka mual kalo bau masakan jadi saya terbiasa bangun pagi langsung ke dapur, masak sendiri buat sarapan :smile:

  • gadisayu18 8:33 am pada April 22, 2009 Permalink | Balas
    Tags: ABG, bandung, , Fashion, kampus, Majalah, Model,   

    girl in the life magazine 

    kerap kali melihat wajah-wajah baru di majalah-majalah remaja, dengan postur tinggi semampai, timbangan tubuhnya mungkin sama dengan  dua karung beras lebih sedikit, wajah-wajah indo-bule (memang tak dipungkiri masyarakat indonesia memang lebih suka barang import ketimbang barang lokal)

    waktu itu saat saya dan teman-teman sibuk menunggu di rektorat kampus kami tercinta, salah seorang teman ternyata membeli sebuah majalah remaja yang sudah empat tahun digandrungi para ABG-ABG yang hampir matang. Terbukti jika saya pergi ke pusat perbelanjaan (belanja barang, belanja mata,belanja mulut hahahaha, disana mata saya belanja mengamati cara berandan para pengunjung termasuk ABG-ABG mayoritas, mulut saya pun tak mau kalah dengan komentar berujung decak kagum sampai komentar miring diikuti mata yang ikut nimbrung, terbelalak) pengunjung yang mayoritas ABG gayanya sragam dan tak salah lagi kiblatnya adalah majalah fashion remaja yang muncul sejak tahun 2005 tersebut (apabila ditranslate menggunakan bahasa indonesia nama majalah itu menjadi : MAJU PEREMPUAN!)

    Dahulu saya termasuk penikmat majalah tersebut, namun merasa umur tidak layak menyentuh apalagi menikmati bagian dalamnya (saya sadar saya tak sanggup mengikuti trend fashionnya) akhirnya saya sekarang sibuk cicip-mencicip berbagai majalah pre-mature , dan mencoba menyesuaikan majalah apa yang patut saya konsumsi.

    Kembali ke saat saya dan teman-teman sedang menunggu di rektorat kampus.

    Lelah menunggu dan menghitung waktu akhirnya saya meminjam majalah tersebut dan mencoba membalikkan waktu mundur (kembali menjadi saya saat menjadi penikmat majalah itu (dahulu)). Dimulai dengan ulasan tentang celebs dan pakaiannya sampai pada gadgetnya, ulasan most wanted item-must have item (or you can die by not having them), sampai pada ulasan liputan suatu acara workshop di Boston-USA yang diselenggarakan oleh HMNUN yang slah satu delegasinya adalah mahasiswi fakultas ilmu sosial di kampus saya, yang juga pemenang favorite dari ajang look model majalah tersebut.nylon magazinego girl versi barat

    Wajahnya banyak terpampang di beberapa lembar majalah ini dengan mengenakan gaun-gaun yang mungkin jatuhnya bakal tidak cocok jika digunakan oleh orang biasa (red: bukan model). Sesaat setelah saya membaca dan mengamati wajahnya di majalah, tiba-tiba gadis di majalah itu seperti merangkak keluar dari majalah dan berdiri tepat searah lurus pandangan mata saya.

    Gerak refleks saya muncul secepat kilat dengan memerintahkan siku saya untuk menyenggol syaraf kepekaan teman disamping saya yang turut membaca majalah tersebut. Akhirnya teman saya mendongak dan kemudian berulang kali melakukan gerakan pengulangan (mendongak dan melihat ke wajah gadis itu kemudian menatap kembali wajah yang terpampang di majalah, berkali-kali seperti itu) tampaknya teman saya tidak tahu, jika gadis itu ternyata berada di zona yang berdekatan dengan-nya alias satu kampus! (how could she didn’t know her? padahal dia termasuk pelanggan setia majalah ini dan mungkin jika majalah ini menerbitkan kartu member, teman disamping saya sekarang ini pasti sudah punya kartu anggotanya)

    “ah cantikan aslinya!pantesan aja gwe ga nyadar, lah wong di majalahnya aja ga mirip sob!” ujar teman saya berdalih. “oh ternyata dia pinter ya? gwe kira model-model begitu kaga ada otaknya” teman saya yang ternyata turut memperhatikan gelagat kami ikut menimpali. “iya emang pinter kali, IPKnya aja 3,sekian” teman saya yang baru berancang-ancang duduk tak mau kalah nimbrung. “dia kan calon wakil presiden mahasiswa kali! tapi yang malesin dia tuh kalo ga kenal sama orang dan ga deket ga bakal mau nyapa duluan”. “serius lo? maksudnya gimana?” saya jadi penasaran. “ya kalo baru dikenalin sekali trus ga pernah ngobrol atau berinteraksi bareng dia bakalan ga nganggep tu orang, dan mainnya milih-milih” temen saya yang memang terkenal ratu lebah alias mobilitasnya tinggi hingga ke pelosok fakultas ilmu komputer itu menjelaskan. “dia tuh sekarang-sekarang ini aja kali doyan senyam senyum ramah-tamah, padahal aslinya mah kaga’! yah ibaratnya doi lagi mau promosi diri buat jadi wapresma” rupanya teman saya yang lain ikut setuju dengan anggapan bahwa gadis cantik yang wajahnya terpampang di majalah ABG ini memang sedang asik berpura-pura ramah dalam rangka “kampanye”. Obrolan kami pun terhenti karena objek pembicaraan kami sedang menuju kesini.

    Benar saja, gadis berparas menawan itu berada di tengah-tengah kami sekarang. Saya pun bingung menerka-nerka, apa yang akan dilakukannya ya?. Ternyata dia hanya sekedar ingin mengobrol dengan teman saya yang diduduk tepat dihadapan saya, (teman saya si ratu lebah itu, ternyata teman SMA nya)

    Saat itu juga saya berfikir cepat dan mengambil kesimpulan. Untuk menjadi seseorang dalam dunia entertain seperti contonhya majalah (terutama majalah ABG) memang tidak mudah. Banyak persepsi yang muncul disana-sini, objek yang turut dinikmati sekian banyak mata harus serta merta menjaga sikapnya, menjaga citra dirinya. Kemudian saya berfikir lebih cepat lagi dari sebelumnya, hmmm model kaya dia aja yang istilahnya baru mekar dan belum begitu terkenal udah harus nerima banyak persepsi-persepsi dan judgement dari setiap pasang mata maupun mulut-mulut penikmat produk entertainment.

    Berat juga bagi sesorang yang hidup di tengah masyarakat kritis dan cenderung sinis seperti penikmat-penikmat dunia entertainment ini. she won all the intentions, the glamorous,the “WOOOWWW”, but all of that she have to pay, with her eyes and ears shut or she could drown on it.

    Beberapa hari setelahnya…di kelas

    “eh pemilu kampus tanggal berapa sih?” tanya seorang lelaki di bangku belakang saya kepada temannya. “26-27 april, lo pilih siapa presma ama wapresnya?” temannya bertanya balik. “si X dan si Y laaahh, pasangan cantik dan ganteng gitu.” “Lo tau kan kalo si Y itu model majalah ….. ?gileee kapan lagi punya wapresma cantik trus model pula!” ujar lelaki itu dengan suara yang makin keras dan saya yakin wanita yang duduk diujung sana dan lelaki di depan kiri saya pun pasti mendengarnya.

     
    • mas stein 8:57 am pada April 22, 2009 Permalink | Balas

      jadi siapa yang kemampuan inteleknya pas-pasan mbak? :lol:

      repot juga, kadang sudah terbentuk opini kalo keindahan fisik berbanding terbalik dengan kemampuan otaknya. hehe

      • gadisayu18 11:31 am pada April 22, 2009 Permalink | Balas

        memberikan persepsi dan opini itu hal yang manusiawi, baru berhubungan sama intelek itu kalo isi persepsinya dan opini yang diberikan cenderung menyudutkan,menghakimi hal-hal yang belum teruji kebenarannya. Semanya toh kembali ke diri sendiri, lebih baik yang buruk-buruk dibicarakan dalam hati saja..hehehe

  • gadisayu18 12:37 pm pada April 17, 2009 Permalink | Balas
    Tags: bandung, , , , sidang,   

    17 April 2009 hari ini sidang terlewati 

    satu hari besar sudah saya lewati, walaupun jalanannya penuh lubang kerikil dan sempat datang air bah dari kedua bola mata ini. Namun toh memang hari ini masih bisa saya syukuri.

    Terimakasih TUHAN,terimakasih Ibu dan bapak, terimakasih zulfinnur ridha, terimakasih sahabat-sahabat,terimakasih teman2.

    This is not my last day to try, this is my new beginning to crawl and to face the cruel real life ahead on my very eyes..

     
  • gadisayu18 7:03 am pada April 2, 2009 Permalink | Balas
    Tags: bandung, , , obrolan,   

    obrolan angkot 

    hujan deras lagi seperti biasa. saya buru-buru mengambil langkah seribu dan memanggil abang tukang angkot yang hampir melaju. saya duduk di sayap kanan angkot (sayap kanan?), disebelah saya seorang wanita yang selalu menghadap ke depan ke arah supir. Sebelah wanita itu, duduk seorang pria yang menghadap ke pintu angkot (mereka berdua asik mengobrol) ini obrolannya

    wanita (w) : “eh si pak X mau nikah ya? saya liat di facebook masa statusnya gini” sebentar lagi berakhir menjadi jomblo, tunggu saja tanggal mainnya”

    pria (p) : “ah masa? da saya ga pernah liat tuh!”

    w : “ih gimana sih? kamu udah jadi friend nya belom? kan keluar tuh di news feed biasanya. Kalo si ini si itu ganti status biasanya keliatan di news feed, saya ngeliat di wall to wallnya si bapak ama temen2nya, si temen-temennya bapak pada nanya kapan nikahnya tanggal berapa,bla bla bla bla” (menjelaskan panjang lebar)

    saya (s) : (dalam hati) ih gawat bener nih mba-mba, calon-calon intel! berita orang mau kawin aja ampe ditelusurin segitunya. akhirnya saya menyimpulkan, pasti dosen Pak X ini ganteng sampai-sampai si mba-mba ini begitu penasaran

    p : “ooooohhh” (tampang bingung tapi sambil manggut-manggut) saya ngga punya facebook..” (sambil meringis miris)

    w : “angger,  kamu mah ga gaul, saya udah jelasin meuni panjang pisan” (lagi-lagi kamu ga gaul, saya udah jelasin panjang banget)

    p : ari kamu’, ga nanya saya punya pesbuk atau engga. “Eh kemarin teh dragon ball ga rame pisan filmnya teh masa film bioskop cuma satu jam anyiiing..”

    w : “ih untung saya ga nonton..”

    p : “tapi gapapah kan saya nontonya di braga, rame siah ada pestipal kesenian, ada cewe nge-rap anyiiinng..”

    saya (s) : bingung! cewe ini nge-rap anjing? judul lagunya anjing? atau saking kerennya dia sampai ngomong anjing?

    dari logat bahasanya, anda pasti sudah bisa nebak ini angkot di daerah mana bukan?

    obrolan angkot ini membuat saya berfikir dan mengambil kesimpulan, tentang keberadaan facebook. Facebook bikin orang jadi lebih ingin tahu dan terus ingin tahu urusan orang lain. Sebabnya, orang lain pun selalu membeberkan rencana sampai curahan hati di jejaring sosial tersebut. (info tambahan, melalui facebook polisi dapat melacak pembunuhan seorang wanita di pacific place dua minggu lalu ckckck..) facebook mempunyai dua sumbu, positif dan negatif. Positifnya jejaring sosial ini lebih luas jangkauannya dariapada jejaring sosial sebelumnya. Tua-muda ada semua di facebook. Negatifnya, orang-orang jadi makin doyan gossip, dan nosy (ingin tahu urusan orang lain), pekerjaan sering terbengkalai karena mantengin facebook saban hari..hahahahaha

    ps : khusus buat z yang keranjingan maen game facebook, sampe laptopnya 24 hours hidup cuma buat mantengin udah berapa tikus yang ketangkep (mousehunt)

     
    • ekaria27 9:00 am pada April 2, 2009 Permalink | Balas

      Ha ha ha SIndiran mantabs !

      Tergantung orangnya sich bisa menahan diri ato enggak…
      kayaknya banyakan yang enggak ;)

      FB oh FB

      • gadisayu18 1:39 pm pada April 3, 2009 Permalink | Balas

        hahaha iyaaa..tapi ya ituuu kebanyakan pada terbuai sihir FB. seperti saya di awal2 punya FB seperti anak autis..makasih komennya mbak..

    • kiraitomy 1:17 am pada April 3, 2009 Permalink | Balas

      emang ada tukang angkot yang main Facebook ya?
      gaul banget tuh

      • gadisayu18 1:40 pm pada April 3, 2009 Permalink | Balas

        yang main fb bukan tukang angkotnya mas, ayo coba dibaca ulangg..hehe thx udah komenn

    • len7 4:30 am pada April 3, 2009 Permalink | Balas

      salam kenal,

      facebook ini memang ‘meresahkan’

      haha…

      tulisan2nya bagus nih,
      kunjungi aku juga ya di http://www.november7rain.wordpress.com

      • gadisayu18 1:41 pm pada April 3, 2009 Permalink | Balas

        terimakasih..yah bagaimanapun juga facebook banyak membantu dalam ajang temu kangen dengan orang yang lama sudah tidak ketemu..thx ya komennya

    • tara baskara 5:58 pm pada April 3, 2009 Permalink | Balas

      anjis siah dis
      ahuahuahhaa, liat deh ada puisinya

      Ibu & Facebook

      • gadisayu18 11:35 am pada April 4, 2009 Permalink | Balas

        hahahahaha..tara kirim link lo doong..btw gwe udah liat kali videonyaaa..ibunya di suruh bawa notebook ke surga..hahaha

        • tara baskara 3:06 pm pada April 6, 2009 Permalink

          link apa dis?
          link blog?gapunya blog, hahaha, males nulis

    • pieps 3:54 pm pada April 5, 2009 Permalink | Balas

      FB ini lah.. amit amitttt… suka bgt aku .. :D
      salam kenal.

    • mas stein 8:27 am pada April 6, 2009 Permalink | Balas

      kayaknya emang bakat tuh, ndak ada pesbuk pun saya yakin dia bakal ngorek-ngorek dari sampah tetangga sebelah buat nyari gosip :mrgreen:

      tapi saya mengakui mbak, pesbuk memang nyandu..

    • mas adien 2:49 am pada April 7, 2009 Permalink | Balas

      saya akui kalo lg mabok fesbuk……..
      slm kenal…

    • Bebe 2:31 pm pada April 23, 2009 Permalink | Balas

      ets.. mousehunt game no.1 di FB loh (ngarang..)

    • kinit 4:26 am pada Mei 6, 2009 Permalink | Balas

      hehe..qta smw suka bgt kl jd org yg paling duluan tw ttg sesuatu bukan? dan sneng bgt kl org lain pada tw apa yg sdg qta rasakan..
      hahaha..beruntung ada fb yg menjembatani keinginan-keinginan itu..

  • gadisayu18 7:45 am pada March 29, 2009 Permalink | Balas
    Tags: bandung,   

    hujan hari ini.. 

    hari ini bandung hujan lagi, deras sekali..kali ini petir juga turut menggeleger bak lupa akan bumi yang ia tumpangi..

    genangan air yang tumpah dari ujung tangga-tangga membuat kaki ku harus berhati-hati memijak. Gemericik memang menghapus sunyi, tapi entah..aku tetap suka sunyi daripada hujan berusaha menghibur hati..

    bandung kota kecil padat penghuni, harusnya namamu diganti bandung kota hujan padat penghuni yang tak pernah usai dihampiri warga DKI. Aku juga warga DKI tapi bukan mauku disini..aku berusaha keluar dari kota ini, bukan hanya mau berdiam diri..ya aku berusaha sampai mati!

    sejak kecil aku benci hujan, tak pernah tau apa alasannya. mungkin Tuhan sengaja menciptakan hambanya seperti ini :

    1. nama mu adalah GADIS AYU MUSTIKA WATI nama ini akan terbersit dibenak dan pikirin ibu,ayah dan nenek-mu
    2. rambutmu sengaja KU-buat lurus sekali untuk menguji kesabaranmu terhadap berbagai pertanyaan yang menjurus “rambut lo di bonding?, udah dilurusin berapa kali?, dibonding di salon mana?” matamu akan terlihat semakin mengecil saat kau beranjak dewasa agar kau tidak mudah terperdaya dan selalu memicingkan mata terhadap manusia-manusia
    3. kamu akan menjadi anak tunggal yang sedikit manja, sedikit egois, sedikit pemberontak, sedikit keras kepala, dan yang lainnya kamu bebas untuk memilih(aku memilih untuk menambahkan dosis sedikit menjadi banyak, maafkan aku ya tuhan )
    4. kamu benci hujan dan setiap kali terkena tetesannya kamu akan merasa pusing, benci menunggu, benci orang munafik, benci aura kasih, benci reality show di SCTV, sisanya kamu tentukan sendiri.
    5. cukup sekian petunjuk untukmu gadis lainnya pecahkan sendiri.

    tapi pasti ada alasan kenapa aku benci hujan yang kerjanya hanya diam dan berair..
    karena segelintir orang bilang hujan itu romantis, apalagi gerimis.
    darimana sisi romantis nya? karena hujan identik dengan bumi menangis, bukankah harusnya sedih?
    seperti menangis bumi mengeluh karena tak ada yang peduli tubuhnya dikotori.
    ya bumi kotor dari dulu hingga sekarang.
    sekarang aku bingung,  apakah aku benci hujan atau benci mendengar dan melihat bumi menangis karena jijik dengan diri sendiri yang kotor.

    kasian bumi ayo kita obati, ambil tisu usap air matanya..
    cup cup cup bumi sabar sedikit..

     
    • qiera 8:02 am pada Maret 29, 2009 Permalink | Balas

      Tapi mbak klo gak ujan2 yang kasian petani kan

      http://qiera.wordpress.com

      • gadisayu18 8:50 am pada Maret 29, 2009 Permalink | Balas

        iya, hujan ga jelek ko..malah terkadang membantu..tapi ya itu..saya lemah kalo sama hujan..hehe

    • Putra 12:25 pm pada Maret 30, 2009 Permalink | Balas

      nice artikel, tapi gimana klo gak turun hujan…
      gak ada air untuk PDAM dan kamunya bauuuuu….. karna gak mandi

      • gadisayu18 1:19 pm pada Maret 30, 2009 Permalink | Balas

        iya betul juga..tapi saya ga pernah mandi pake air hujan ko..
        haha

        makasih comment-nya

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.