Updates from Mei, 2009 Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • gadisayu18 11:13 am pada May 21, 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    yeah is always been you mommy 

    pagi-pagi nyawa belum terkumpul sama sekali, dering hp membangunkan si sleeping beauty =P.
    ternyata ibuku. seperti biasa beliau tak elaknya weker yang setia membangunkan aku (ritual bunyinya sekitar jam 8 sampai 9 pagi, tapi beliau selalu saja menuntutku untuk berusaha bangun lebih pagi lagi. “anak wedhok ga ilok ndo’ tangi awan” red : anak perempuan gak pantes, bangun siang)

    assalamualaikum ndok, ibu tadi jatuh dari kursi pas mau ngukur jendela kamar mu yang mau dipasang gorden” suara ibu langsung membuat nyawa ku bergegas kumpul. (ibu sering sekali cedera kaki, karena silindris yang akut, ibu sering terjatuh dan menabrak benda-benda di hadapannya) “tadi malam sudah dibawa ke dokter, tapi sampe sekarang malah bengkak kakinya” tambahnya. “yaampun bu, ko bisa sih? lagian kenapa ga tukangnya aja yang ngukur” tanya ku. “alah engga, wong mau langsung tak belikan kain di rawamngun situ lho” seperti biasa ibuku membela diri. “yaudah ibu istirahata aja di kamar, gausah kemana mana dan ngapa-ngapain!” perintah ku. “lhoo ndok ibu harus ngantar produk, ke tempat costumer” lagi-lagi ibuku berusaha meyakinkanku. “udah deeeh suruh aja hermin (asisten ibuku) naik taksi antarin nya!” (aku sudah berkali-kali bilang bahwa ibuku sudah waktunya memperkerjakan supir, untuk antar-antar barang. Tapi memang ibuku selalu ingin semua beres di tangannya sendiri, kayaknya sifat itu menurun kepadaku sekarang =P).

    Akhirnya ibuku nyerah juga, “yaudah ibu tak bobo-an di kamar, biar hermin aja yang pergi. jangan kepikiran ya ndok besok kan ujian to?” memang selalu begitu, se-mengkhawatikan apapun keadaanya beliau tak pernah ingin aku khawatir. ” iya bu, tinggal satu besok ujiannya doain ya, ibu telpon-telpon ya” ujar ku. “iya nanti ibu telpon lagi ndok, ohiya kamarmu sudah di cat warnanya bagus ndok, wangi lho catnya”

    that’s my mom, the one who always been in the first place to make me happy and serene.
    love you ibu onny with all my heart..i’m gonna be home soon mom,and keep you save from every injure
    (Lagi …)

     
    • mas stein 6:55 am pada Mei 22, 2009 Permalink | Balas

      kadang orang tua suka ndak nyadar umur, penegennya tetep beraktifitas seperti masa jayanya dulu. dari segi semangat sih bagus tapi ada baiknya diingatkan bahwa beliau sudah sukses, jadi ndak ada salahnya menikmati kesuksesan :smile:

      • gadisayu18 8:01 am pada Mei 22, 2009 Permalink | Balas

        ibu saya itu terlampau mandiri, dari kecil sudah bisa apa2 sendiri sampai pekerjaannya sekarang saja semua hasil tangan sendiri (ibu saya usaha handycraft). tapi ya memang tugas anak salah satunya itu, mengingatkan orang tua yang kadang lupa umur. thx mas

    • Eka Situmorang-Sir 10:32 am pada Mei 29, 2009 Permalink | Balas

      Ur mom is pretty ! :)
      semoga sehat selalu ya

    • Mas Adien 1:21 pm pada Juli 7, 2009 Permalink | Balas

      saat mendampingi istri yang sedang berjuang melawan maut sewaktu melahirkan anakku…pikiranku langsung inget ke ibu…bgn dulu perjuangannya melahirkan aku

    • kinitapui 4:53 pm pada April 1, 2010 Permalink | Balas

      iya, cantik bgtbgt nyokap ya dis..

      • gadisayu18 5:06 pm pada April 1, 2010 Permalink | Balas

        Am a proud daughter ;) thx anyway dear..and I believe the real beauty is right on our mom’s truly eyes..

  • gadisayu18 10:07 am pada May 20, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , dapur, , , masak,   

    don’t let your man step in to your kitchen 

    Tulisan ini bukan suatu pembenaran atau pembedaan gender, tulisan ini hanya berdasarkan hal yang saya alami hal yang jenaka untuk dibagi..

    Masak-memasak, banyak lelaki yang begitu mahir tapi tidak dengan lelaki yang satu ini, keahliannya hanya memasak mie goreng, dan telur dadar (telur dadar yang lain dari biasanya, telur dadar cinta haahaha). Lelaki ini ga pernah betah di dapur, awal-awal saya kenal dia saya berusaha secara persuasive untuk membuat dia suka alias betah di dapur dan tak hanya itu saya juga ingin dia bisa memasak satu jenis masakan saja, satuuu saja.

    Ternyata mengajar memasak ga sekedar seperti mengajar bernyanyi (memasak terbukti lebih sulit, meskipun keduanya memang harus pake hati. Tapi sudah sangat jelas dia lebih suka karaoke dari pada memasak walaupun hanya goreng tempe). Setidaknya usaha saya sedikit berhasil tadinya dia selalu memasak dengan api yang sangat besar, dan selalu bingung mengapa nugget, sosis dan kornet menu sahurnya selalu terasa matang diluar dan hambar didalamnya. (dia memasak hanya pada saat bulan puasa). Kini ia sudah bisa mennetukan kapan harus mengecilkan dan membesarkan api.

    Ketika kami berdua di dapur (dia selalu dengan senang hati ingin ikut membantu, tapi nyatanya saya lebih baik disuruh masak sambil jalan jongkok bolak-balik hahahaha) laki-laki ini begitu ingin mengocok telur dadar, membubuhi garam, dan menuangkannya ke dalam wajan. Tapi hasilnya tangannya yang kelu tak kuasa membalik telur dadar, disertai kebingungan yang berkepanjangan “kenapa semuanya ngumpul ditengah?” (itu karena dia tidak mengoyan wajannya secara merata jadi telur itu tidak memenuhi wajan melainkan ngumpul ditengah). “sini-sini aku bantu” ujar saya sambil gemas takut dadarnya gosong (itu 2 telur terakhir untuk minggu ini), “engga-engga aku bisa koo” padahal tampangnya masih bimbang dan dahinya mulai berkeringat. Akhirnya dengan pergulatan hebat (berlebihan mode: ON) saya berhasil mengambil alih dadar dan wajan, dadar pun TERSELAMATKAN!

    Menu kedua adalah dada ayam bumbu tepung. Dia ribut-ribut sambil mengacungkan jari agar saya memperbolehkannya melumuri dada ayam itu dengan kocokan telur dan tentu saja tepungnya, yang terjadi malah hidungnya yang sensitive bersin-bersin (tapi saya salut, lelaki ini tetap tegar dan menyelesaikan tugas tepung-menepungnya hingga rampung) tapi tunggu dulu, laki-laki ini mulai ngotot lagi bahwa ayamnya sudah matang dan siap diangkut.  Alhasil tepung dan ayam yang dikira sudah matang itu tidak kriuk-kriuk, tepungnya tidak mau kompromi dengan ayam, si tepung lepas-lepas dari si ayam (api kompor kurang besar)

    Beberapa kali saya memasak dan kemudian makan bersama, akhirnya laki-laki ini mundur perlahan dari dapur saya. Dia mulai merasa bukan disitu tempatnya, dan saya pun mulai sadar bahwa tidak perlu memaksakan laki-laki untuk suka dan betah di dapur. Karena memang ada laki-laki yang sama sekali tidak bisa memegang spatula dengan benar, menuangkan cukup minyak, membalikkan telor dadar, memotong bawang-bawang, dll.

    Sekarang saya begitu senang dan sangat senang dengan hanya melihat laki-laki saya ini makan dengan lahapnya dan menikmati betul masakan-masakan saya tanpa harus melibatkan dirinya di dapur, meskipun terkadang dia masih sering berdiri di sebelah saya hanya untuk memandangi dan memperhatikan apa yang saya lakukan dan kemudian berucap “semangat ya! makasih udah mau masakin aku” dan ucapan penutup setelah makan adalah “hmm kenyang, enak bebe” (sambil bersandar, menebar senyum dan lesung pipitnya)begini cara makannya

     
    • Eka Situmorang-Sir 12:12 am pada Mei 21, 2009 Permalink | Balas

      Allow.. Allow kemana aja nich, lama gak muncul.
      Btw soal dapur, memaaaang para pria itu cuma ngerecokin aza !
      ngotot mo belajar (dikiranya ini seperti ngurusin mobilnya) pdhl beda jauuuuh. Hahaha. when i cook, definitely i,ll do it solo. Kalo ada yg mo bantu, gue cuma bilang, “hei,hei, mau menginvasi kedaulatan negara ya”
      Heran tapi koq ada ya cowok2 yg bisa masak itu, rahasianya apa? Heeem. :D
      Anw welcome back, sering2 posting :)

      • gadisayu18 8:02 am pada Mei 22, 2009 Permalink | Balas

        hahaha bener sekali mbak, mereka kadang punya inisiatif (itu bagus) tapi sebaiknya simpan saja inisiatifnya ke bidang lain..hehehee thx mbak eka

    • mas stein 6:53 am pada Mei 22, 2009 Permalink | Balas

      istri saya lumayan bisa masak setelah merit, tapi berhubung sekarang suka mual kalo bau masakan jadi saya terbiasa bangun pagi langsung ke dapur, masak sendiri buat sarapan :smile:

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.